Sebuah webcam yang sederhana terdiri
dari: sebuah lensa standar, dipasang di sebuah papan sirkuit untuk menangkap
sinyal gambar, casing (cover), termasuk casing depan dan casing samping untuk
menutupi lensa standar dan memiliki sebuah lubang lensa di casing depan yang
berguna untuk memasukkan gambar, kabel support yang dibuat dari bahan yang
fleksibel, salah satu ujungnya dihubungkan dengan papan sirkuit dan ujung satu
lagi memiliki connector, kabel ini dikontrol untuk menyesuaikan ketinggian,
arah dan sudut pandang kamera web. Sebuah webcam biasanya dilengkapi dengan
software, software ini mengambil gambar-gambar dari kamera digital secara terus
menerus ataupun dalam interval waktu tertentu dan menyiarkannya melalui koneksi
internet. Ada beberapa metode penyiaran, metode yang paling umum adalah
hardware mengubah gambar ke dalam bentuk file JPG dan menguploadnya ke web
server menggunakan File Transfer Protocol (FTP).
Frame rate mengindikasikan jumlah
gambar sebuah software dapat ambil dan transfer dalam satu detik. Untuk
streaming video, dibutuhkan minimal 15 frame per second (fps) atau idealnya 30
fps. Untuk mendapatkan frame rate yang tinggi, dibutuhkan koneksi internet yang
tinggi kecepatannya. Sebuah kamera web tidak harus selalu terhubung dengan
komputer, ada kamera web yang memiliki software webcam dan web server bulit-in,
sehingga yang diperlukan hanyalah koneksi internet. Kamera web seperti ini
dinamakan network camera. Kita juga bisa menghindari penggunaan kabel dengan
menggunakan hubungan radio, koneksi Ethernet ataupun WiFi.
Pada perancangan aplikasi webcam
untuk digunakan pada mikroskop digital, webcam akan dihubungkan ke PC untuk
menampilkan hasil gambar yang terlihat. Untuk mengatur pencahayaan dan fokus,
webcam tersebut dibantu dengan arduino uno. Webcam berfungsi sebagai lensa yang
digunakan di mikroskop digital. Cara kerja webcam dapat dilihat seperti gambar
dibawah ini:
Lihat Juga :
Webcam
Jenis - Jenis Webcam
Macam - Macam Software Webcam Gratis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar